12/19/2012

Cara Membuat Induktor Toroida Inti Ferit


Selain induktor inti udara, terdapat juga induktor yang menggunakan inti ferit bead atau toroida. Komponen ferit bead tersedia dalam berbagai nilai µ (permeabilitas) dan ukuran, tetapi kebanyakan memiliki diameter kurang dari 0,25 inchi. Penggunaan induktor dengan ferit bead cukup banyak dalam masalah peredaman osilasi parasitik.
Selain digunakan untuk membuat Induktor toroida, dasarnya ferit bead banyak dipakai sebagai peredam parasitik pada VHF dan UHF pada terminal masukan dan keluaaran penguat RF. Aplikasi praktis lainnya adalah dalam jaringan dekopling yang dipakai untuk mencegah mengalirnya energi RF yang tidak diinginkan dari satu bagian rangkaian ke bagian lain rangkaian lainnya. Ferit bead juga dipakai untuk meredam interferensi RF dan interferensi TV dalam perangkat Hifi dan TV.
Dalam beberapa rangkaian RF VHF dan UHF, hanya diperlukan pemakaian satu cincin ferit atau lebih pada seutas kawat untuk menghasilkan RFC (Radio Frequency Cooke). Beberapa lilitan kawat tembaga dapat dibuat pada cincin ferit yang lebih besar untuk meningkatkan induktansi efektif lilitan tersebut. Sebuah induktor tanpa inti (inti udara) akan meningkat dengan sangat signifikan nilai induktansi nya apabila diselipkan sebuah ferit di dalamnya.
Untuk membuat induktor toroida atau inti ferit bead, perlu diketahui jumlah lilitan yang dipakai pada induktor toroida yang dapat dihitung dengan mengetahui nilai AL, yaitu indeks induktansi untuk ukuran inti dan permeabilitas yang dipakai. Tabel-tabel di bawah ini memberikan informasi-informasi penting untuk inti toroida.
Nomor tipe toroida untuk suatu inti tersusun dari penunjuk ukuran inti pada kolom kiri atas, ditambah nomor campurannya. Sebagai contoh, inti berdiameter setengah inchi dengan campuran nomor 2 diberi nomor tipe T-50-2. Nilai AL adalah 49 dan frekuensi operasi yang dianjurkan adalah 1 sampai 30 MHz. Permeabilitas inti tersebut adalah 10.
Banyaknya lilitan untuk induktansi tertentu pada satu jenis inti dapat ditentukan dengan rumus :
Contoh : Dikehendaki induktor toroida dengan nilai induktansi 10 µH pada inti T-50-2, sesuai rumus di atas. Maka diketahui nilai induktansi adalah 10 µH dan indeks induktansi (AL) adalah 49. Maka jumlah lilitan kawat adalah :
Dengan demikian, untuk membuat induktor toroida atau inti ferit bead dengan induktansi 10 µH pada inti Toroida tipe T-50-2, dibutuhkan 45 lilitan. Kita dapat gunakan kawat ukuran 24 ke atas sesuai tabel jumlah lilitan. Di tabel tersebut ditunjukkan banyaknya lilitan maksimum yang dapat dibuat pada suatu tipe inti. Sebagai contoh, inti T-68 akan berisi 49 lilit kawat nomor 24, dan 101 lilit untuk kawat nomor 30, dan seterusnya.

0 komentar:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Aulia DirUt. Powered by Blogger.
 

Followers

 

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger