10/20/2012

Aplikasi Dasar Transistor sebagai Saklar


Contoh ini adalah dengan beban induktif yaitu berupa relay
Dengan memakai perhitungan praktis:
1.Relay DC 12V umumnya punya tahanan dalam sebesar 400ohm,
jadi relay akan bekerja jika ada  arus sebesar 12V/400ohm = 0,03mA yang melaluinya
2.Transistor yang dipilih sebaiknya adalah High speed switching, biasanya dimulai dengan kode 2N,misalnya 22N3904,2N2222,2N3906,2N2904 dll, bisa dicari di datasheetarchive.com dengan kata kunci:”High speed switching Transistor”
3.Hfe dari 2N3904 sebesar 100, disipasi daya Max-nya 600mwatt.
Jadi dengan beban Relay sebesar 30ma,perhitungan praktisnya adalah:
Ib = Ic/hfe   =  30ma/100 = 0,0003
Maka dapat ditentukan Rb = Vb – 0,6/Ib
Rb = 5V-0,6V/0,0003A
= 14666ohm
Karena Resistor 14666ohm tidak ada dipasaran,maka dapat digunakan resistor sebesar 15000ohm atau 15K
4.Sebagai tambahan dapat ditambahkan led sebagai indicator,perlu diketahui led menyerap arus sebesar 20ma,jadi perlu dideretkan dengan hambatan pelawan arus.
5.Diode yang dipasang terbalik pada gambar diatas, digunakan khusus untuk beban induktif, disebut juga diode kickback,fungsinya mencegah arus transient yang sangat besar ketika terjadi pemutusan arus.
6.Vb bisa diperoleh dari output Serial/parallel port computer, dari I/O mikrokontroler dan device-device digital lainnya.

0 komentar:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Aulia DirUt. Powered by Blogger.
 

Blog Archive

Followers

 

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger